Kamis, 16 Januari 2014

Mengenali Gitar Berdasarkan 'Brand'

Ada berbagai macam merk gitar yang kita ketahui atau mungkin sudah tak asing lagi bagi para pemain gitar seperti Fender, Gibson, Ibanez, Jackson, Schecter, PRS, ESP, B.C. Rich, dll. Harganya pun cukup beragam dan tentu saja harga pun menentukan kualitas dari gitar-gitar tersebut. Untuk yang sekedar bermain atau sedang bereksplorasi dalam gitar atau mungkin juga hanya ingin mendapatkan prestise maka harga seharusnya bukan masalah. Namun, untuk para pemain gitar yang benar-benar memperhatikan dimana letak permainan anda sendiri, ada pentingnya untuk mengenali merek-merek tersebut.

Di kesempatan ini saya hanya akan membahas merek-merek yang umum saja beserta kelebihan dan kekurangannya berdasarkan pandangan saya. Merek-merek yang akan saya bahas yakni; Fender, Gibson, Jackson, dan Ibanez.


1. Fender
Untuk para gitaris tentunya sudah tak asing lagi dengan nama yang satu ini khususnya mereka yang ber-genre blues, blues-rock, rock n' roll sampai jazz. Fender memang menjadi pilihan dan incaran bagi mereka yang 'tend to like clean sound' dan menyenangi vintage, disamping modelnya yang sederhana dan populer di era rock 70-an, Fender seakan menjadi icon bagi mereka.
Fender memang memiliki karakter tersendiri yang sangat kental dan khas.

Tak mudah mendapatkan sound yang dihasilkan fender dengan hanya menggunakan preamp, mengganti pick-up, atau mencari beberapa pedal equalizer, atau cara apapun yang dapat menyamai karakter suaranya. Fender memiliki karakter suara 'clean' yang natural baik in high-gain maupun clean channel, entah karena pengaruh konfigurasi pick-up tiga single-coilnya, entah karena kayu ash yang menghasilkan bright tone, namun memang hanya teknologi fender sejauh ini baru saya dengar yang bisa menghasilkan clean sound dengan natural. Mudahnya, suara gitar Fender cenderung terdengar "treble" ketimbang bass dan middle.

Selain sound, fender memang memiliki bobot yang cukup ringan, sangat nyaman untuk dibawa on-stage, dikarenakan bodynya yang terbuat dari jenis kayu ash. Memang tidak semua namun kebanyakan gitar Fender berbahan dasar kayu jenis ini.

Mungkin point lain adalah bentuk bodynya yang simple dan familiar. Hasil konklusi survey yang saya dapatkan dari para pengguna Fender mengenai penampilan adalah Fender memang memberi kesan vintage saat dimainkan di panggung, terkesan gaya era 70-an, ada pun yang bilang gagah dan macho entah apa maksudnya -_-". Namun, saya cukup setuju dengan hasil survey yang saya dapatkan.

Stratocaster


Mungkin yang sangat disayangkan dari Fender adalah musik yang dihasilkannya benar-benar mengkhususkan ke arah sedikit genre saja seperti blues, country, rock n' roll, dan jazz dikarenakan soundnya yang clean. Di luar itu, mungkin terkesan aneh dan kurang baik terdengar di telinga untuk memainkan genre metal meskipun gitaris dunia seperti Yngwie Malmsteen, Eddie Van Halen, memainkan genre metal. Jika anda penggemar nu-metal, grindcore, atau metal-metal down-tunning, coba bayangkan seperti apa gitarnya terdengar saat vokalisnya tengah scream? Tentunya akan sangat bising dengan harsh dan treble. Namun ini tidak berarti bagi para pencinta fender tidak bisa bermain musik-musik seperti itu. Tentu saja gear yang lain akan sangat membantu menopang permainan anda dalam genre apapun yang anda mainkan.
Telecaster


Hal lain yang juga disayangkan adalah harganya yang cukup mahal, namun beruntungnya, Fender masih menyediakan pilihan harga yang sedikit murah yaitu Fender 'Squier' jika anda memang mengejar kualitas fender dengan harga yang lebih ramah ketimbang Fender USA. Namun kembali lagi pada apa yang ingin anda dapatkan, hanya Fender, atau Fender dengan prestisenya.







Beberapa gitaris fender mendunia yang saya ketahui dan mungkin salah satunya idola anda yaitu:
EVH Frankenstrat
Eddie Van Halen (Frankenstrat -Modified Stratocaster-)
Eric Clapton (Telecaster)
Eric Johnson (Stratocaster)
Jimmi Hendrix (Left-handed Stratocaster)
Stevie Ray Vaughan (Stratocaster)
Tom Morello (Stratocaster)
Yngwie Malmsteen (Neo-classical Metal, Orchestra Metal/Stratocaster)




2. Gibson
Siapa yang tidak tahu 'Slash Guns and Roses'? Atau mungkin 'Buckethead'? Para pemakai Gibson Les Paul ini cukup terkenal di dunia rock. Saya kurang begitu mendalami tentang Gibson, karena itu, maaf jika ada salah informasi dan ketidak-setujuan anda para pembaca, terutama para pecinta Gibson. Saya akan coba menyajikan beberapa referensi dari berbagai sumber dan sedikit pengalaman yang saya dapatkan dari Gibson.

Yang saya ketahui adalah mungkin Gibson memang bisa memainkan genre lebih universal ketimbang fender meski memiliki sound berkarakter kuat seperti halnya fender. Mungkin jika Fender mengandalkan treble sebagai karakter kuatnya, maka middle lah yang dibawa Gibson sebagai karakternya. Saya tidak tahu faktanya seperti apa suara Gibson terdengar, namun dari pengalaman yang saya dapatkan ketika mencobanya, terlintas dipikiran saya Gibson memiliki suara yang balance namun ada sedikit kecenderungan pada frequensi mid-nya. Ada pun kesimpulan yang saya dapatkan yaitu jika fender adalah bright/clean, maka gibson adalah "warm". Namun saya pun masih ragu dengan pemikiran yang saya dapatkan. Saya coba menggali lagi karakter suara Gibson dengan mendengarkan solo-solo gitar para Artist Gibson seperti Steve Morse, Buckethead, Slash, mereka semua bermain dengan karakter yang berbeda meskipun karakter Gibson-nya tidak hilang. Kesimpulan lain yang saya dapatkan adalah memang benar jika Gibson memiliki karakter yang tidak mudah ditiru oleh brand gitar lain, sama eksklusifnya seperti fender, namun Gibson memiliki jangkauan genre yang lebih luas ketimbang fender. Memang kebanyakan dari Gitaris yang memakai Gibson memainkan rock dan blues, namun masih banyak juga Gitaris metal, punk, alternative rock, yang memakai Gibson.


Slash Gnr

Bobot Gibson terbilang cukup berat, berbeda dengan fender yang berbobot ringan. Saya sempat mendengar percakapan seseorang tentang Gibson mendebatkan bahan dasar kayuna. Entah Basswood, entah maple, yang jelas apa yang didapat dari percakapan mereka adalah bobot kayunya yang berat dan menghasilkan nada warm.








Gibson Explorer

Untuk model dan bentuk bodi, Gibson memiliki varian yang cukup banyak untuk menjadi pilihan. Bagi yang senang dengan vintage-look tentu saja Les Paul akan cocok sekali dibawa on-stage. Bagi yang memang ingin tampak garang mungkin Flying V dan Explorer dapat menjadi pilihan anda untuk rock on di panggung.



Les Paul Gibson

Gibson Flying V












3. Jackson
Pencinta genre metal pasti memasukan Jackson ke dalam opsinya untuk memilih gitar. Dalam genre metal, low frequensi atau bass memang menjadi kebutuhan primer, bukan berarti mengesampingkan bassist yang berperan dalam memainkan low-not, namun frequensi low pada gitar pun berperan penting dalam feeling saat memainkan musik-musik metal dan juga sangat berperan pada musik-musik drop-tunning.

Mark Morton 'Lamb of God'
Karakter sound yang dihasilkan Jackson sendiri cenderung balance antara clean/warm dan bright, dapat sangat baik untuk rythm dan chord atau lead maupun keduanya namun dari kedua sisinya Jackson memiliki tone yang kuat baik di segi low middle yang warm, dan clean/bright treble yang normal (tidak harsh/hum-canceling). Jackson pun dipakai oleh Mark Morton, gitaris band grove metal ternama yang semua penggemar musik metal wajib mengetahuinya, yaitu Lamb of God.


Bobot Jackson sendiri terbilang berat karena kayu yang berdasarkan basswood, dengan beralasan untuk sound balance, basswood memang menjadi bahan untuk mencapai tersebut. Namun jika melihat banyak band metal diatas panggung dan melihat aksi panggung para gitaris cenderung lebih cool dan calm, mungkin bobot menjadi faktor kecil. Di sisi lain, memang metal lebih memperhatikan permainan dan gerakan tangan ketimbang aksi panggung. Ada pun yang lebih beraksi di panggung adalah band-band metal yang masih memiliki ritme dan tidak terlalu "full-technique". Bayangkan betapa pusingnya jika anda memainkan lick atau riff yang sulit dan keep-continue sambil melakukan back roll atau memutar-mutar gitar seperti bermain oolahoop. Jika anda memang bisa melakukannya, saya yakin anda adalah top ten shredder of the world satu peringkat dibawah atau bahkan mungkin diatas Mike Batio :)

Dari segi model, jackson memang lebih banyak menyajikan bentuk yang garang dibanding classic-look. Contohnya seperti Kelly, dll. Untuk melihat berbagai model selengkapnya yang disajikan oleh jackson, anda dapat langsung visit websitenya

Jackson Kelly


Mungkin sisi negatif dari jackson kurang lebih dapat diambil contohnya dari fender. Dikarenakan varian dan modelnya yang tampil garang mungkin akan terlihat aneh saat saat on stage dengan band vintage-rock, berikut tonenya yang memang terdesain untuk rock hingga metal. Mungkin jackson selain genre rock dan metak memang bukan pilihan tepat untuk genre jazz dan bues, namun sekali lagi, ini semua tergantung pada selera anda sebagai gitaris.




4. Ibanez
Nah ini dia gitar yang paling ramah untuk berbagai macam genre, keuangan, dan sound. Anggap saja Ibanez adalah blend dari ketiga karakter di atas yang baru saja kita bahas. Jika saya harus ofensif pada Ibanez disini.. Ibanez tidak memiliki karakter sound? Saya akan menjawab "ya". Ibanez itu gitar murah? Maka jawaban saya pun "ya". Ibanez itu ga konsisten, modelnya kebanyakan, gitarnya pasaran, terlalu standar? Jawabannya pun "tepat sekali". Namun saat anda bertanya pada saya.. Kamu pake Ibanez? Jawaban saya mungkin "hahaha" kemudian disusul dengan "ya". Mungkin jika anda memakai Ibanez anda dapat mengkoreksi poin ke-empat ini, jadi saya akan membahas dengan cara yang sama seperti 3 poin di atas.

Paul Gilbert
Untuk sound, tidak banyak yang bisa diharapkan dari Ibanez sendiri karena Ibanez hanya menyediakan kualitas suara yang standar. Tidak ada yang spesial. Namun untuk para pemakai Ibanez yang sudah mendunia seperti Joe Satch, Steve Vai, Paul Gilbert dkk, adalah mereka memang lebih
memainkan gear untuk mengejar sound seperti apa yang mereka targerkan. Untuk mendapatkan karakter seperti apa yang kita inginkan pada gitar Ibanez adalah dengan cara menentukan pick-up apa yang harus dipakai, Ibanez berbahan kayu apa yang akan kita beli, preamp apa yang cocok kemudian, dan mungkin anda akan jauh merencanakan pedal-pedal untuk mencapai target. Mungkin di sisi lain, Ibanez memang tidak begitu mementingkan karakter sound melainkan comfort playability yaitu kenyamanan dalam bermain, sisanya di masalah sound anda harus mempelajarinya sendiri. Ibanez pun sukses memberi banyak "PR" yang harus saya kerjakan, yaitu; mempelajari warna suara pick-up dan timing saat menggunakan humbucker/single coil dalam sebuah lagu, mempelajari settingan sound pada ampli karena jika pick up berbeda maka karakter suara pun berubah jauh dan besar ukuran ampli menetukan baik cube, combo, tube, maupun head-cab, mempelajari pedal dan memutuskan pedal seperti apa yang memang benar-benar dibutuhkan untuk memainkan sebuah genre, dan masih banyak PR lainnya tentang 'gear'.

Joe Satriani (Kiri) dan Steve Vai (Kanan)
Untuk bobot, tentu saja bobotnya sangat beragam karena Ibanez menyediakan model-modelnya dengan berbagai jenis kayu tergantung apa yang konsumen inginkan. Ada yang masih tetap menginginkan Ibanez namun ingin gitarnya tetap ringan, tetap tersedia gitar berbahan dasar kayu ash, ada yang ingin Ibaneznya berkarakter low dan memiliki sustain yang tinggi, Ibanez pun menyediakan bubinga sebagai bahan dasarnya, namun sayangnya anda bisa memilih secara bebas Ibanez model seperti apa, berbahan dasar kayu apa, sesuai keinginan anda, maka anda harus mengunjungi Ibanez custom shop dan saya belum mengetahuinya di Indonesia ada apa tidak, dan jika ada pun maka statement ramah keuangan dapat berubah menjadi penyebab kemiskinan ^^

Untuk model, sama saja seperti pembahasan sound dan kayu diatas. Semuanya tersedia untuk berbagai kalangan genre, istilahnya universal.
Ibanez RG
Ibanez pun menyediakan hollow body untuk genre Blues dan Jazz. Bentuk-bentuk solid bodynya pun masih ada yang vintage-look. Namun model Ibanez yang terkenal yaitu RG, Iceman, dan Destroyer. Faktanya, Ibanez adalah gitar metal seperti Jackson, namun Ibanez menjadi lebih universal karena variannya yang beragam.

Ibanez Iceman

Sisi negatif dari Ibanez mungkin, sound standar yang pasti membawa kekurang-puasan dalam permainan, untuk mendapatkan sound yang diinginkan anda harus benar-benar mengerti karakter permainan anda berikut gearnya, akan sangat banyak membutuhkan gear dan menghabisi dompet anda jika anda memang menuntut sound seperti apa yang anda inginkan, model-modelnya tak se-classic fender dan gibson untuk vintage look, dan tak se-garang jackson sebagai gitar metal.

Jika ada pertanyaan lanjut tentang Ibanez mungkin akan saya bahas pada kesempatan berikutnya tentang Ibanez. Maafkan saya jika tidak ada pembahasan lebih lanjut tentang Jackson, Gibson, Fender dan yang lainnya. Dikarenakan saya belum begitu banyak belajar mengenai gitar-gitar lainnya, dan perekonomian saya masih terbatas untuk memikirkan fender dkk ^^". Namun pada dasarnya semua gitar memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung dari para pemainnya sendiri, dan ini hanya pendapat yang bisa saya bagikan. Sisanya adalah kebutuhan dan selera permainan anda dalam musik, genre dan gitar seperti apakah? Anda yang menentukan :)

Salam..

24 komentar:

  1. Bro.. numpang tanya.. kalau genre berlaku untuk gitar akustik juga bro?

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Ane ibanezer.. setuju dengan pendapat bahwa ibanez sprti yg di paparkan di atas.. hehhee.. tp g mengurangi rasa cinta ane ke ibanez.. ane pake ibanez jpm100..
    Dan sekarang lg ngidam telecaster.. lg ngejar sound blues.. klo pake ibanez kurang greget sound nya untuk blues..
    #Cmiiw

    BalasHapus
  4. saya pny ibanez RG series baru dikasih teman dgn s/n F419729, yg jd pertanyaan saya, ibanez RG (seri) apa pny saya itu ya gan? trma kasih o:)

    BalasHapus
  5. Sejauh ini saya sih saya masih nyaman menggunakan Hardee, atau signatur guitarnya Abdee Slank dan Marlique (signatur seriesnya Ridho Slank). Harganya terjangkau, body elegan g' kalah sama fender, dan tentu saja ukuran dan beratnya sangat disesuaikan untuk tangan Asia, khususnya Indonesia. Kalau ingin lihat soundnya kedua sidnature gitar itu silahkan lihat solo gitar Abdee dan Ridho, dijamin manteb gan...

    BalasHapus
  6. Klw milih
    Lebih baik jeckson aph ibanez????

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Pendapat saya pribadi (bisa salah): Jackson lebih cenderung cocok untuk Rock ke arah Metal. Pickup standardnya cenderung lebih distorsi daripada Ibanez yang relatif lebih clean tone nya.

      Saya pernah melihat seorang musisi memainkan irama jazz fusion menggunakan Ibanez. Suaranya pas untuk irama seperti itu. (Sepertinya akan lucu juga kalau lihat pemain gitar jazz pakai Jackson, yang penampilan headstock nya saja sudah garang. Hehehehe....)

      Eh tapi yang saya bicarakan ini adalah Ibanez yang bukan Hollowbody yaa......

      Jadi balik lagi, tergantung aliran musik apa yang akan dimainkan?

      Hapus
  7. Setuju seh ama penjabaran tentang Ibanez, saya pake Ibanez sejak pertama kali belajar gitar sampe sekarang. Bukan maksud untuk ngebait dan tidak mengurangi rasa hormat kepada para Shredder Ibanez, menurut saya Ibanez terdengar aneh untuk di bawa ke Gendre Death Metal, di luar efek stompbox tentunya. Makanya saya pindah ke Jackson saat ini walau masih pake Ibanez untuk Jamming bareng hehehe.... Mohon maaf sebelumnya

    BalasHapus
  8. Menarik memang untuk membicarakan berbagai merk gitar dan karakteristiknya.

    Saya sendiri bukan pemusik profesional, hanya sekedar penikmat musik saja :-)Jenis musik yang saya sering mainkan adalah Blues, Rock 80's dan Rock n Roll.

    Ada beberapa gitar di rumah saya, antara lain: Gibson Les Paul Standard 2010 USA, Epiphone Les Paul Standard, Epiphone Joe Bonamassa Goldtop, Jackson Pro Series Dinky DK2HT (Japan), Fender Stratocaster Japan (kalau tidak salah tahun 90an buatannya), Charvel Desolation DC-2ST, OLP John Petrucci, Fernandes Zo-3, dan Epiphone PR-5E sebagai gitar accoustic.

    Ampli yang saya pakai di rumah adalah Line 6 Spider, VOX, Line 6 Amplifi, dan Bugera Trirec Infinium (Tube Head Amp) dengan Bugera 412H-BK 200W 4x12 sebagai Speaker Cabinet nya.

    Efek yang sering saya pakai hanya Boss Blues Driver2 dan atau Ibanez Tube Screamer. Sisanya saya jarang pakai (percuma...genjrang-genjreng terlalu keras kelamaan entar diprotes tetangga. Hahahahaha.....) Paling sering saya mengandalkan setelan amp model dari ampli ajah (guys, cobain Line 6 Amplifi dengan dikombinasikan pakai aplikasinya dari Android/iOS kalian... Banyak model efek dan amp disitu. Banyak juga lagu2 terkenal yang sudah dilengkapi dengan efek2 nya. Tinggal pilih, lalu mainkan. Bagi para pemula, daripada beli banyak efek buat latihan doang, mending beli 1 ampli yang sudah dilengkapi puluhan/ratusan sound di dalamnya. Tapi saya akui, suaranya DIGITAL bangets! Agak kurang sreg sebenarnya)


    Kalau taste saya, saya suka Gibson (warm) dan Fender (bright and crunchy). Mungkin karena saya suka dengan Blues dan permainan Licks (model Stevie Ray Vaughn). Bagi yang sedang belajar gitar metal, dan mungkin budget tidak terlalu besar, mungkin jenis tone gitar tidak terlalu signifikan (yang penting efek distortion setel full. Hehehehe......canda)

    Dari pengalaman saya di Gibson, harus saya akui memang buatan asli USA beda rasanya. Lebih ENAK! Handling lebih pas, tone lebih oke, dan kekuatan bahan lebih bagus. Saya pernah punya Chibson (Gibson buatan China). Bentuk SANGAT mirip! Tapi waktu dimainkan, rasanya agak gimanaaaaaa gitu (kalah dengan yang asli). Dengan pick up buatan China (atau Korea), kalau dimainkan di ampli "biasa" memang tidak kentara bedanya (apalagi kalau sudah diganti pakai pick up yang agak bagusan). Tapi kalau dimainkan di ampli tube, agak beda "rasa" nya di telinga.

    Kalau memang baru belajar gitar (baca: bukan profesional), dan masih main segala jenis irama (dari Rock sampai ke Dangdut... Hehehehe....sekali lagi canda!), cari gitar yang tone nya umum (biasanya cenderung ke bright). Misal merk OLP (sekarang sih udah gak ada merk itu). Nanti tinggal nyetel di efek saja kalau mau ganti-ganti aliran.

    Eitsss...jangan salah, banyak gitar buatan Indonesia yang juga bagus-bagus lho...! Bahkan ada beberapa Luthier yang saya tahu buatannya rapih dan oke. Tinggal beli pick up nya saja yang bagus agar tonenya juga keren.
    Yang penting adalah pilih gitar yang pas dengan hati kalian (kalau dimainkan rasanya sreg), dan juga pas di fisik kalian (kalau jari kecil, jangan beli yang fret jumbo. Atau kalau badan kurus kering/lemas, jangan beli gibson yang beratnya minta ampun). Hehehehehe.....

    Terakhir: Ingat pepatah "The Man Behind The Gun, Not The Gun Behind The Man"
    Maksudnya, main musik itu banyak tergantung di kemampuan kita, bukan semata-mata di alatnya.
    Jimi Hendrix (yang biasa pegang Fender) juga bakal jaaauuuhhhhh lebih bagus hasil permainan gitarnya walaupun dikasih gitar buatan China, dibandingkan (misalnya) saya yang main pakai Gibson USA. Hahahahahahha.... Bumi ama langit itu sih....

    Latihan....latihan....latihan.....dan terus asah telinga dan jari kita.

    Salam gitar!

    BalasHapus
  9. Saya Pake Fender Stratocaster American Deluxe HSS Sama Fender American Professional Jazz Bass V Dan Fender American Standard Jaguar.

    BalasHapus
  10. Pake Guitar Rig 5,Garage Band,Amflifier Nya Fender Bass Breaker(Biar Greget)Sama Stompbox Noise Reduction

    BalasHapus
  11. Ibanez memang okey, ringan, n suaranya mantap menggelegar dengan sound marshal

    BalasHapus
  12. Salam kenal semua, bagi penggemar gitar yg ingin mengasah permainan gitar secara lengkap silahkan klik www.gitarzoom.blogspot.com

    BalasHapus
  13. Bingung nih dilema antara mau beli gibson atau ibanez :'D

    BalasHapus
  14. Mas Hiysman emang biasa main musik jenis apa?

    BalasHapus
  15. Gibson itu bahan kayunya klo agan ingin tahu body & neck mahogany(mahoni) sistem inlay atau tersambung, makanya suaranya bisa warm memakai 2 PU humbucker ada yg classic humbucker & ada yg pro humbucker. Kenapa suara gibson lebih universal ot dkrenakan dia menggunakan 2 volume 2 tone dg tipe potensio pull push. Kegunaan potensio pull push bisa menghasilkan suara PU dg single coil spt fender telecaster cth: spt memainkan musik reggae. Jika ingin memainkan musik cadash maka potensio yg digunakan dg cra standar suara gibson. Karakter suara gibson d atas yg bs memainkan bwrmacam-macam warna musik it cthny y it gibson les paul. Khusus utk main jazz gibson yg dipakai it jenis semi hollow arau hollow body. Klo sya pribadi sya punya les paul tp mereknya dr saudaranya gibson yaitu epiphone les paul. S epi sya ini dibekali PU seymour duncan seri SH neck & bridge. Potensio epi sya pun tipe pull push & sya enjoy memainkannya apalagi dg dg neck yg tipis & fret yg tipe jumbo sesuai dg krakter les paul sangat nyaman pada saat memainkan teknik binding tinggi, tapping & teknik shredd 😃😃

    BalasHapus
  16. Sya mau buka stodio musik di rumah,klo buat standar untuk studio rental kira2 merk apa yaa???

    BalasHapus
  17. Menurut saya sih kalau untuk rental jangan pakai merk2 yang terlalu spesifik (misal Gibson). Yang jelas mahal kalo Gibson 😆
    Target market studio rental ini kalangan apa? Pelajar? Mahasiswa? Umum?
    Khawatir yang sewa studionya tipe jorok, bisa rusak tuh gitar ntar 😖😂
    Pakai Pacifica mungkin cukup untuk pelajar. Ibanez yang murah juga banyak.
    Banyak juga gitar buatan Indonesia yang bagus tapi relatif cukup murah, misal Squier.

    BalasHapus
  18. I love fender stratocaster
    Fender take my soul...

    BalasHapus
  19. Maaf kak, saya izin save buat tugas ya kak. Makasih kak

    BalasHapus
  20. Tugas kuliah? 😃 Ada ya kuliah yang berhubungan dengan Gitar? 🙄
    Baiklah 👍🏻

    BalasHapus
  21. Steve Morse pakai musicman,bukan Gibson kak.
    (Correct)

    BalasHapus