Senin, 27 Januari 2014

Ibanez

Masih tentang brand gitar. Di postingan sebelumnya saya sempat membahas Ibanez sedikit dalam, maka di kesempatan kali ini, saya akan berbagi informasi yang lebih dalam dan spesifik tentang Ibanez. Pertama-tama, mari kita kenali dulu sedikit sejarah tentang Ibanez yang bisa kita kutip dari wikipedia. :D


Ibanez (アイバニーズ Aibanīzu) adalah brand gitar Jepang yang dimiliki oleh Hoshino Gakki. Bermarkas di Nagoya, Aichi, Jepang, Hoshino Gakki adalah satu dari perusahaan instrumen musik Jepang pertama yang berkembang dalam impor dan penjualan gitar ke Inggris dan Amerika Serikat, termasuk gitar 7 dan 8 senar untuk diproduksi masal.

Itu sedikit kutipan yang saya copas dari wiki. Nah, sekarang saya bakal jelasin secara orisinil seperti apa Ibanez itu berdasarkan pendapat dan pengalaman saya.

Pengalaman yang saya dapatkan dari 4 tahun memakai Ibanez adalah saya cukup mengenal seperti apa dan mengapa memilih Ibanez. Alasan yang paling universal kenapa pilih ibanez mungkin banyak yang bilang, "Ibanez itu gitar metal, banyak gitaris metal yang pake soalnya, kaya gitaris The Black Dahlia Murder, All Shall Perish, Racer X, dan lain-lain.". Alasan lain, banyak yang bilang, "necknya cocok ditangan, ceper dan kurus, enak buat nge-shred.". Yap, saya benarkan keduanya. Tapi, untuk alasan yang lebih spesifik, saya akan ambil alasan Paul Gilbert Racer X sebagai contoh.

Mengapa Gilbert memilih Ibanez? Alasan yang paling utamanya jelas dia jadi endorser Ibanez sih.. ^^' Misalkan kamu pencinta Ibanez, suatu saat kamu jadi gitaris terkenal, tiba-tiba kamu dikontrak jadi endorse Gibson, dapet duit banyak dari situ, yakin ga akan pindah ke lain hati?? :D Tapi alasan sebenarnya mengapa Gilbert memilih Ibanez adalah dari neck gitar, tone, dan modelnya. Untuk neck, para shredder seperti Gilbert memang sangat mempertimbangkan neck dan fretboard. Terkenal dengan ukuran necknya yang pipih, kurus dan kecil juga fretboardnya yang kebanyakan "dead flat", Ibanez benar-benar memberikan kenyamanan dalam bermain cepat. Alasan ini pun menjadi alasan saya memakai Ibanez. Pada kenyataannya, Gilbert sendiri sudah meninggalkan alasan ukuran neck yang kecil dan memilih neck yang besar dengan tujuan untuk mendapatkan tone yang solid, berat, dan kuat, seperti tone yang dia inginkan, hanya alasan "dead-flat fretboard" saja yang tidak dia tinggalkan dalam revolusi permainannya. Paul Gilbert adalah salah satu dari para gitaris dunia yang benar-benar memperhatikan tone secara detail dalam permainannya. Gilbert sendiri menuntut tone terdengar clean dan bright namun tetap low, big, and heavy untuk memainkan power chords, bukan berarti balance, namun ia cenderung menginginkan karakter clean terdengar jelas didalam gitar yang berkarakter low, big dan heavy tone. Mudahnya, bayangkan kamu memainkan power chord misalkan a mayor fret 5 senar 6 dengan distorsi. Jika a power chord a mayor tersebut terdiri dari not a (fret 5 senar 6), e (fret 7 senar 5), dan a (fret 7 senar 4), kemudian disusul oleh not g# (f6 s3), e (f5 s2), dan a (f5 s1), maka, saat kamu strum, suara keenam not tadi dapat terdengar cukup jelas di telinga meskipun dalam high-gain distorsi yang memecah suara chord tersebut. Selain dari clean inside big tone, Gilbert pun memperhatikan tone pada single not dalam permainan solonya seperti memperhatikan kualitas tone saat bending dan shred. Contohnya, jika bermain solo atau lead, kebanyakan para gitaris "nge-boost" tonenya jadi lebih gede dan bang the ears, Gilbert lebih milih kebalikannya, boost di rythm, clean and careful di solo, dengan tujuan agar not terdengar jelas meskipun dalam permainan cepat. Namun selain dari neck dan bahan kayu, Ibanez memang tidak mendatangkan alasan ini melainkan dari gear support seperti pick-up dan pedal yang Gilbert pakai. Namun sedikitnya alasan ini pun saya pakai untuk memilih Ibanez :D. Yang terakhir mungkin adalah Ibanez yang menyediakan begitu banyak opsi untuk para pemakainya. Kamu bisa mendapatkan karakter yang kamu inginkan. Contohnya, saya bukan orang yang terlalu memperhatikan detail. Untuk mendapatkan karakter warm dan low saya tidak bergantung pada gitar melainkan cenderung bergantung pada gear seperti preamp, pedal, dan pick-up. Masalah pada gitar, saya lebih memilih kayu ash dan alder untuk bobot yang ringan sekaligus mendapatkan karakter clean dan crunch, dan yang pastinya jelas ringan untuk main oolahoop di stage biar gaya, kesimpulannya, gaya dulu, masalah tone nanti aja diakalin ^^'.

Kalo tadi saya ambil contoh dari Gilbert, sekarang saya akan ambil contoh dari saya sendiri. Tidak jauh berbeda, tapi saya tidak total copy. Sedikitnya saya coba mengenali seperti apa tone yang sebenarnya saya butuhkan. 

Pertama, saya akan ambil alasan dari neck. Simple itu menyenangkan meski terdengar instan. Saya memang membutuhkan neck yang tipis kurus kecil untuk bermain cepat, di sisi lain, neck kecil benar-benar membantu dalam bermain fingering yang stretchnya gila-gilaan, kerasanya pas lagi strap-on (main gitar sambil berdiri). Hal ini juga yang membuat saya tidak memperhatikan tone begitu detail. Selama nyaman di tangan, masalah tone nanti saja saya akalin lagi :D. Tentang playability dan kenyamanan tangan, saya lebih memilih bolt on dan neck-thru pada konstruksi necknya. Sebenarnya saya tidak begitu peduli dengan sustainnya meskipun at least saya masih mempertimbangkan itu, namun bolt on/neck-thru memang memberikan kenyamanan dan sangat membantu mencapai fret 20-24. Kesimpulan, saya lebih memperhatikan playability ketimbang tone untuk mempertimbangkan gitar.

Kedua dari bahan kayu. Sebenarnya saya sudah merasa cocok dengan bahan basswood dengan warna
tonenya yang balance antara clean dan warm. Namun, karena saya setuju dengan alasan Gilbert tentang clean and heavy sound tadi, disamping bobot yang ringan itu nyaman untuk dibawa main ke atas panggung, saya mempertimbangkan kayu ash dan alder sebagai bahan kayu yang akan saya pakai. Catalog Ibanez pun menyediakan gitar dengan berbagai macam model dan kayu.








Ketiga dari model. Untuk gitar metal, saya rasa Ibanez menyediakan model yang beragam dan cukup bagus meski tak sebagus Jackson dan Schecter. Kenyataannya saya hanya menyukai 3 model saja dari Ibanez yaitu Iceman, Destroyer, dan RG. 3 model tersebut menurut saya cukup bertampang garang untuk dibawa nge-rock di panggung dan, faforit saya dari ketiga model tersebut adalah Ibanez Iceman. Sayangnya, ketiga model tadi kecuali RG cukup susah didapatkan, meskipun ada, harganya cukup menyayat hati -_-".
Ibanez Iceman
Ibanez Destroyer






Ibanez RG "Iron Label"







 Inilah sedikit informasi yang bisa saya share mengenai Ibanez. Maaf jika saya terlalu banyak mengambil contoh dari Paul Gilbert. Selain karena saya fansnya, saya tidak berani membahas gitaris lain yang saya belum dalami secara total. Postingan inipun hanya opini saya semata, dan setiap opini pasti berbeda-beda. Saya tidak bilang jika Ibanez adalah yang terbaik. Kembali lagi pada anda sebagai gitaris dan gitar seperti apa yang anda butuhkan, tone atau playability yang anda pertimbangkan, jika tone maka tone seperti apa yang dipertimbangkan, jika playability maka playability yang bagaimana. Semakin gitar tersebut nyaman dan sesuai dengan keinginan baik dalam tone maupun playability, maka akan semakin memuaskan juga untuk dimainkan baik hanya latihan maupun menjadi teman dipanggung. Memberikan kesenangan dalam permainan akan menjadi motivasi untuk permainan lebih berkembang. Permainan pun dapat terus berkembang jika terus latihan. Kesimpulannya, kenalilah gitar serta alasan-alasannya untuk menyadari apa yang anda inginkan sebenarnya dalam bermain gitar :D. Salam \m/

Kamis, 16 Januari 2014

Mengenali Gitar Berdasarkan 'Brand'

Ada berbagai macam merk gitar yang kita ketahui atau mungkin sudah tak asing lagi bagi para pemain gitar seperti Fender, Gibson, Ibanez, Jackson, Schecter, PRS, ESP, B.C. Rich, dll. Harganya pun cukup beragam dan tentu saja harga pun menentukan kualitas dari gitar-gitar tersebut. Untuk yang sekedar bermain atau sedang bereksplorasi dalam gitar atau mungkin juga hanya ingin mendapatkan prestise maka harga seharusnya bukan masalah. Namun, untuk para pemain gitar yang benar-benar memperhatikan dimana letak permainan anda sendiri, ada pentingnya untuk mengenali merek-merek tersebut.

Di kesempatan ini saya hanya akan membahas merek-merek yang umum saja beserta kelebihan dan kekurangannya berdasarkan pandangan saya. Merek-merek yang akan saya bahas yakni; Fender, Gibson, Jackson, dan Ibanez.


1. Fender
Untuk para gitaris tentunya sudah tak asing lagi dengan nama yang satu ini khususnya mereka yang ber-genre blues, blues-rock, rock n' roll sampai jazz. Fender memang menjadi pilihan dan incaran bagi mereka yang 'tend to like clean sound' dan menyenangi vintage, disamping modelnya yang sederhana dan populer di era rock 70-an, Fender seakan menjadi icon bagi mereka.
Fender memang memiliki karakter tersendiri yang sangat kental dan khas.

Tak mudah mendapatkan sound yang dihasilkan fender dengan hanya menggunakan preamp, mengganti pick-up, atau mencari beberapa pedal equalizer, atau cara apapun yang dapat menyamai karakter suaranya. Fender memiliki karakter suara 'clean' yang natural baik in high-gain maupun clean channel, entah karena pengaruh konfigurasi pick-up tiga single-coilnya, entah karena kayu ash yang menghasilkan bright tone, namun memang hanya teknologi fender sejauh ini baru saya dengar yang bisa menghasilkan clean sound dengan natural. Mudahnya, suara gitar Fender cenderung terdengar "treble" ketimbang bass dan middle.

Selain sound, fender memang memiliki bobot yang cukup ringan, sangat nyaman untuk dibawa on-stage, dikarenakan bodynya yang terbuat dari jenis kayu ash. Memang tidak semua namun kebanyakan gitar Fender berbahan dasar kayu jenis ini.

Mungkin point lain adalah bentuk bodynya yang simple dan familiar. Hasil konklusi survey yang saya dapatkan dari para pengguna Fender mengenai penampilan adalah Fender memang memberi kesan vintage saat dimainkan di panggung, terkesan gaya era 70-an, ada pun yang bilang gagah dan macho entah apa maksudnya -_-". Namun, saya cukup setuju dengan hasil survey yang saya dapatkan.

Stratocaster


Mungkin yang sangat disayangkan dari Fender adalah musik yang dihasilkannya benar-benar mengkhususkan ke arah sedikit genre saja seperti blues, country, rock n' roll, dan jazz dikarenakan soundnya yang clean. Di luar itu, mungkin terkesan aneh dan kurang baik terdengar di telinga untuk memainkan genre metal meskipun gitaris dunia seperti Yngwie Malmsteen, Eddie Van Halen, memainkan genre metal. Jika anda penggemar nu-metal, grindcore, atau metal-metal down-tunning, coba bayangkan seperti apa gitarnya terdengar saat vokalisnya tengah scream? Tentunya akan sangat bising dengan harsh dan treble. Namun ini tidak berarti bagi para pencinta fender tidak bisa bermain musik-musik seperti itu. Tentu saja gear yang lain akan sangat membantu menopang permainan anda dalam genre apapun yang anda mainkan.
Telecaster


Hal lain yang juga disayangkan adalah harganya yang cukup mahal, namun beruntungnya, Fender masih menyediakan pilihan harga yang sedikit murah yaitu Fender 'Squier' jika anda memang mengejar kualitas fender dengan harga yang lebih ramah ketimbang Fender USA. Namun kembali lagi pada apa yang ingin anda dapatkan, hanya Fender, atau Fender dengan prestisenya.







Beberapa gitaris fender mendunia yang saya ketahui dan mungkin salah satunya idola anda yaitu:
EVH Frankenstrat
Eddie Van Halen (Frankenstrat -Modified Stratocaster-)
Eric Clapton (Telecaster)
Eric Johnson (Stratocaster)
Jimmi Hendrix (Left-handed Stratocaster)
Stevie Ray Vaughan (Stratocaster)
Tom Morello (Stratocaster)
Yngwie Malmsteen (Neo-classical Metal, Orchestra Metal/Stratocaster)




2. Gibson
Siapa yang tidak tahu 'Slash Guns and Roses'? Atau mungkin 'Buckethead'? Para pemakai Gibson Les Paul ini cukup terkenal di dunia rock. Saya kurang begitu mendalami tentang Gibson, karena itu, maaf jika ada salah informasi dan ketidak-setujuan anda para pembaca, terutama para pecinta Gibson. Saya akan coba menyajikan beberapa referensi dari berbagai sumber dan sedikit pengalaman yang saya dapatkan dari Gibson.

Yang saya ketahui adalah mungkin Gibson memang bisa memainkan genre lebih universal ketimbang fender meski memiliki sound berkarakter kuat seperti halnya fender. Mungkin jika Fender mengandalkan treble sebagai karakter kuatnya, maka middle lah yang dibawa Gibson sebagai karakternya. Saya tidak tahu faktanya seperti apa suara Gibson terdengar, namun dari pengalaman yang saya dapatkan ketika mencobanya, terlintas dipikiran saya Gibson memiliki suara yang balance namun ada sedikit kecenderungan pada frequensi mid-nya. Ada pun kesimpulan yang saya dapatkan yaitu jika fender adalah bright/clean, maka gibson adalah "warm". Namun saya pun masih ragu dengan pemikiran yang saya dapatkan. Saya coba menggali lagi karakter suara Gibson dengan mendengarkan solo-solo gitar para Artist Gibson seperti Steve Morse, Buckethead, Slash, mereka semua bermain dengan karakter yang berbeda meskipun karakter Gibson-nya tidak hilang. Kesimpulan lain yang saya dapatkan adalah memang benar jika Gibson memiliki karakter yang tidak mudah ditiru oleh brand gitar lain, sama eksklusifnya seperti fender, namun Gibson memiliki jangkauan genre yang lebih luas ketimbang fender. Memang kebanyakan dari Gitaris yang memakai Gibson memainkan rock dan blues, namun masih banyak juga Gitaris metal, punk, alternative rock, yang memakai Gibson.


Slash Gnr

Bobot Gibson terbilang cukup berat, berbeda dengan fender yang berbobot ringan. Saya sempat mendengar percakapan seseorang tentang Gibson mendebatkan bahan dasar kayuna. Entah Basswood, entah maple, yang jelas apa yang didapat dari percakapan mereka adalah bobot kayunya yang berat dan menghasilkan nada warm.








Gibson Explorer

Untuk model dan bentuk bodi, Gibson memiliki varian yang cukup banyak untuk menjadi pilihan. Bagi yang senang dengan vintage-look tentu saja Les Paul akan cocok sekali dibawa on-stage. Bagi yang memang ingin tampak garang mungkin Flying V dan Explorer dapat menjadi pilihan anda untuk rock on di panggung.



Les Paul Gibson

Gibson Flying V












3. Jackson
Pencinta genre metal pasti memasukan Jackson ke dalam opsinya untuk memilih gitar. Dalam genre metal, low frequensi atau bass memang menjadi kebutuhan primer, bukan berarti mengesampingkan bassist yang berperan dalam memainkan low-not, namun frequensi low pada gitar pun berperan penting dalam feeling saat memainkan musik-musik metal dan juga sangat berperan pada musik-musik drop-tunning.

Mark Morton 'Lamb of God'
Karakter sound yang dihasilkan Jackson sendiri cenderung balance antara clean/warm dan bright, dapat sangat baik untuk rythm dan chord atau lead maupun keduanya namun dari kedua sisinya Jackson memiliki tone yang kuat baik di segi low middle yang warm, dan clean/bright treble yang normal (tidak harsh/hum-canceling). Jackson pun dipakai oleh Mark Morton, gitaris band grove metal ternama yang semua penggemar musik metal wajib mengetahuinya, yaitu Lamb of God.


Bobot Jackson sendiri terbilang berat karena kayu yang berdasarkan basswood, dengan beralasan untuk sound balance, basswood memang menjadi bahan untuk mencapai tersebut. Namun jika melihat banyak band metal diatas panggung dan melihat aksi panggung para gitaris cenderung lebih cool dan calm, mungkin bobot menjadi faktor kecil. Di sisi lain, memang metal lebih memperhatikan permainan dan gerakan tangan ketimbang aksi panggung. Ada pun yang lebih beraksi di panggung adalah band-band metal yang masih memiliki ritme dan tidak terlalu "full-technique". Bayangkan betapa pusingnya jika anda memainkan lick atau riff yang sulit dan keep-continue sambil melakukan back roll atau memutar-mutar gitar seperti bermain oolahoop. Jika anda memang bisa melakukannya, saya yakin anda adalah top ten shredder of the world satu peringkat dibawah atau bahkan mungkin diatas Mike Batio :)

Dari segi model, jackson memang lebih banyak menyajikan bentuk yang garang dibanding classic-look. Contohnya seperti Kelly, dll. Untuk melihat berbagai model selengkapnya yang disajikan oleh jackson, anda dapat langsung visit websitenya

Jackson Kelly


Mungkin sisi negatif dari jackson kurang lebih dapat diambil contohnya dari fender. Dikarenakan varian dan modelnya yang tampil garang mungkin akan terlihat aneh saat saat on stage dengan band vintage-rock, berikut tonenya yang memang terdesain untuk rock hingga metal. Mungkin jackson selain genre rock dan metak memang bukan pilihan tepat untuk genre jazz dan bues, namun sekali lagi, ini semua tergantung pada selera anda sebagai gitaris.




4. Ibanez
Nah ini dia gitar yang paling ramah untuk berbagai macam genre, keuangan, dan sound. Anggap saja Ibanez adalah blend dari ketiga karakter di atas yang baru saja kita bahas. Jika saya harus ofensif pada Ibanez disini.. Ibanez tidak memiliki karakter sound? Saya akan menjawab "ya". Ibanez itu gitar murah? Maka jawaban saya pun "ya". Ibanez itu ga konsisten, modelnya kebanyakan, gitarnya pasaran, terlalu standar? Jawabannya pun "tepat sekali". Namun saat anda bertanya pada saya.. Kamu pake Ibanez? Jawaban saya mungkin "hahaha" kemudian disusul dengan "ya". Mungkin jika anda memakai Ibanez anda dapat mengkoreksi poin ke-empat ini, jadi saya akan membahas dengan cara yang sama seperti 3 poin di atas.

Paul Gilbert
Untuk sound, tidak banyak yang bisa diharapkan dari Ibanez sendiri karena Ibanez hanya menyediakan kualitas suara yang standar. Tidak ada yang spesial. Namun untuk para pemakai Ibanez yang sudah mendunia seperti Joe Satch, Steve Vai, Paul Gilbert dkk, adalah mereka memang lebih
memainkan gear untuk mengejar sound seperti apa yang mereka targerkan. Untuk mendapatkan karakter seperti apa yang kita inginkan pada gitar Ibanez adalah dengan cara menentukan pick-up apa yang harus dipakai, Ibanez berbahan kayu apa yang akan kita beli, preamp apa yang cocok kemudian, dan mungkin anda akan jauh merencanakan pedal-pedal untuk mencapai target. Mungkin di sisi lain, Ibanez memang tidak begitu mementingkan karakter sound melainkan comfort playability yaitu kenyamanan dalam bermain, sisanya di masalah sound anda harus mempelajarinya sendiri. Ibanez pun sukses memberi banyak "PR" yang harus saya kerjakan, yaitu; mempelajari warna suara pick-up dan timing saat menggunakan humbucker/single coil dalam sebuah lagu, mempelajari settingan sound pada ampli karena jika pick up berbeda maka karakter suara pun berubah jauh dan besar ukuran ampli menetukan baik cube, combo, tube, maupun head-cab, mempelajari pedal dan memutuskan pedal seperti apa yang memang benar-benar dibutuhkan untuk memainkan sebuah genre, dan masih banyak PR lainnya tentang 'gear'.

Joe Satriani (Kiri) dan Steve Vai (Kanan)
Untuk bobot, tentu saja bobotnya sangat beragam karena Ibanez menyediakan model-modelnya dengan berbagai jenis kayu tergantung apa yang konsumen inginkan. Ada yang masih tetap menginginkan Ibanez namun ingin gitarnya tetap ringan, tetap tersedia gitar berbahan dasar kayu ash, ada yang ingin Ibaneznya berkarakter low dan memiliki sustain yang tinggi, Ibanez pun menyediakan bubinga sebagai bahan dasarnya, namun sayangnya anda bisa memilih secara bebas Ibanez model seperti apa, berbahan dasar kayu apa, sesuai keinginan anda, maka anda harus mengunjungi Ibanez custom shop dan saya belum mengetahuinya di Indonesia ada apa tidak, dan jika ada pun maka statement ramah keuangan dapat berubah menjadi penyebab kemiskinan ^^

Untuk model, sama saja seperti pembahasan sound dan kayu diatas. Semuanya tersedia untuk berbagai kalangan genre, istilahnya universal.
Ibanez RG
Ibanez pun menyediakan hollow body untuk genre Blues dan Jazz. Bentuk-bentuk solid bodynya pun masih ada yang vintage-look. Namun model Ibanez yang terkenal yaitu RG, Iceman, dan Destroyer. Faktanya, Ibanez adalah gitar metal seperti Jackson, namun Ibanez menjadi lebih universal karena variannya yang beragam.

Ibanez Iceman

Sisi negatif dari Ibanez mungkin, sound standar yang pasti membawa kekurang-puasan dalam permainan, untuk mendapatkan sound yang diinginkan anda harus benar-benar mengerti karakter permainan anda berikut gearnya, akan sangat banyak membutuhkan gear dan menghabisi dompet anda jika anda memang menuntut sound seperti apa yang anda inginkan, model-modelnya tak se-classic fender dan gibson untuk vintage look, dan tak se-garang jackson sebagai gitar metal.

Jika ada pertanyaan lanjut tentang Ibanez mungkin akan saya bahas pada kesempatan berikutnya tentang Ibanez. Maafkan saya jika tidak ada pembahasan lebih lanjut tentang Jackson, Gibson, Fender dan yang lainnya. Dikarenakan saya belum begitu banyak belajar mengenai gitar-gitar lainnya, dan perekonomian saya masih terbatas untuk memikirkan fender dkk ^^". Namun pada dasarnya semua gitar memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung dari para pemainnya sendiri, dan ini hanya pendapat yang bisa saya bagikan. Sisanya adalah kebutuhan dan selera permainan anda dalam musik, genre dan gitar seperti apakah? Anda yang menentukan :)

Salam..